h1

Everything happens for a reason

September 24, 2008

[Some part of this writing took place in PDR D19/19, it’s some kind of secret code for treasure hunt, solve it!hehehe,….]

 

Btw, it’s been a while since I had this ‘topic’ in mind, kinda wanting to float everything up, but some things kept me busy…

 

I think that law of attraction does exist ya, for out of nowhere I wanted to turn Jak FM on,  and J Lo sing along with some part of her lyric cited “…everything happens for a reason…”

 

Anywae, pernah nonton Prison Break kan? Yang ada yayang Dominic Purcell nan oke ituh,…As I watch every episodes, I just can say “gila ni film ya, plot nya rapi abis”…

 

Kenapa ada Nikka, Maricruz, Hector, Susie Q, semuanya beda scene, loncat sana, loncat sini, tapi abis itu semuanya terjalin begitu indah, halah,…

Tapi bener deh, aku mikir, gila kali nih ya yang buat scenario-nya,…rapi jali serasi gitu,…

 

Kalo sekarang aku cerita tentang kopi, tiba-tiba loncat dari cerita Prison Break, plotnya halus ga? U judge lah ;)

 

Anywae, hampir setaun yang lalu, waktu aku pergi ke Palembang buat suatu project, waktu check out dari hotel, karena aku adalah a very very very light coffee drinker, jadinya jatah kopi sachet yang ada di kamar masih utuh,…

Berasa sayang kalo ditinggal, akhirnya aku angkut lah semua kopi sama creamer yang ada,…

 

That day, I didn’t know why I brought that nor when I would consume them,…aku cuman masukin sachet-sachet itu ke tas, dan waktu bongkar tas, aku masukin kopi-kopi itu ke laci meja kerja,…sempet kepikir si, kapan ya kopi ini akan diminum?

 

Dan kopi-kopi itu ada di mejaku, sampai,…

Dari ujung ruangan Ervin teriak, “Lo punya kopi ngga?”, yang kebagian pertanyaan ini mulai dari ujung sana, Rusdi, Dewi, Lingga, sampe waktu lewat mejaku, Ervin juga nanya hal yang sama “Lo punya kopi ngga?”…

 

I spontaneously said “ngga”, karena aku bukan heavy coffee drinker yang sampe segitu niatnya buat simpen-simpen kopi di meja,…

Setelah dapet jawaban itu, Ervin melanjutkan petualangannya mencari kopi, sampai tiba-tiba aku teringat kopi-kopi yang aku simpen di meja kerja,…

 

Cepet-cepet aku buka meja kerjaku, and  there they are,…

Yep, kopi, gula, sama creamer yang masih utuh –ngga expired ko :D – mereka berbaris rapi di laci mejaku,…

 

“Vin gw punya ni, ada creamer sama gulanya juga”, I continued,…

Akhirnya kopi-kopi itu pun berpindah tangan, melanjutkan perjalanannya, memenuhi “tugas” nya yang sesungguhnya…

 

I stunned, dari momen sesimpel itu, ada ‘sesuatu’ yang aku tangkep, that everything does happen for a reason…

 

Serius lo ya, tuh kopi, mesti nunggu setaun, sampe “sang kopi” menemukan arah hidup yang sesungguhnya [di perut Ervin, hehe]…

 

Eniwei, berkaca pada Mas Dominic & sang kopi (halah), aku jadi berpikir, that I should have enjoyed every single thing I went through, coz at the end it would lead to something bigger, to where it should be,…

 

Pernah denger kan, cerita ada anak lagi lihat ibunya menyulam tapi dari bawah.

Dari bawah, terlihat jalinan benang yang sangat kusut.

Kalo ngga salah ni, anak itu lalu nanya sama ibunya, yang kurang lebih “Bu, kenapa Ibu membuat jalinan benang sekusut ini?”

Wisely. Mommy replies “Nak, kamu harus melihat semuanya dari sini, dari atas”

Dan ternyata memang terlihat hasil sulaman yang begitu Indah jika dilihat dari atas.

 

Mom wisely continues “Seperti itulah kamu harus melihat hidupmu Nak. Yang di atas sudah menyusun hidupmu, dengan sempurna. Jika kamu hanya melihatnya dari bawah (as in “dari sisimu”) saja, tidak akan terlihat bagaimana hidup yang telah dibentangkan-Nya untukmu, dan kamu hanya akan melihat kekusutan, turbulence, dan chaos, karena hanya itu yang kamu lihat”

 

Reflecting myself on this, iya ya, harusnya aku bisa lebih bijak buat melihat something beneath, d grand design, d grand master of everything that I go through…

 

Ada sesuatu yang lebih besar yang terjadi di balik setiap hal, yang bikin cerita Prison Break jadi keren banget kan? Sara akhirnya bisa bareng sama Scofield kan? Akhirnya kopi yang nganggur itu bisa menghilangkan dahaga seorang teman kan? yang akhirnya -jika kita mau- akan terlihat sesuatu yang sangat indah dari sudut pandang yang berbeda?

 

Terima kasih buat kopi, sang inspirasi….

Linc, ditunggu di kos ya ;)

 

One comment

  1. ah, setelah kenal bertahun-tahun, teman yang satu ini ternyata bisa sebegitu bijaksananya. Hikhik.. terharu



Leave a Comment