h1

Grrxrzbb!

November 19, 2008

Aaargh!

 

            Jelang beberapa saat, aku memendam rasa kecewa dan sedikit marah akan satu sikap yang telah diambil.  Sikap yang diambil berdasarkan pertimbangan logika saja,…yang jika diperdebatkan, -tentu saja- akan ada sejuta fakta yang mendukung bahwa sikap tersebut adalah sikap paling benar yang bisa diambil.

 

Sikap yang diambil dengan kurang –jika bukan “tidak sama sekali”- mempertimbangkan apa yang dirasakan orang lain. Egois sekali!

 

Dengan sejuta pertimbangan akal, bahwa inilah yang terbaik untuk semua, is it? IS IT?

Tidakkah ini terbaik hanya untukmu saja? Baik untuk dirimu? Untuk egomu?

 

Ketika tidak ada kompromi, dan semua sudah diputuskan? Sudah ditetapkan?

Ketika –hanya- dirimu menjadi penentu untuk semuanya?

 

Apakah engkau merasa kuat karenanya?

For you to rule the world, whilst the rest is just shadow, fading away, gone and means nothing?

 

Ketika engkau merasa tahu tentang semuanya, dan dengannnya selain apa yang ada di benakmu tak ada artinya?

 

Kita dekat, tapi sangat jauh,…

Kita tidak hidup sendiri bukan? Atau engkau merasa begitu?

Maka adaku adalah tiada? L

 

Ada banyak cara yang lebih bijak, -jika engkau mau- yang bisa diambil untuk menjembatani banyak kebahagiaan, bukan kebahagiaan menurut pandanganmu saja…

 

For heaven’s sake, ada banyak hal di sini, juga di depan sana, yang membutuhkan mata yang jernih untuk melihat,…bukan hanya mata raga, terutama mata jiwa,…

 

Aku mencoba menahan diri, memahami semua bukan dari sisiku saja,…

Tapi aku tidak mengerti,…

 

Atau aku yang sedang menjadi egois lalu mencari pembenaran dengan mengarahkan telunjukku ke semua arah? Astaghfirullahaladzim,….

 

Tunjuki aku jalan ya Allah, bahwa yang benar adalah benar,…

Bukan benar untukku, bukan benar untuknya, tapi kebenaran-Mu,..

 

Yaa muqallibal qulb, tsabbit qalbi ’alaaddiiniq,…Allahumma amin,…

 

Me, n tears,…

*********************************************************************

 

Ditulis dengan tingkat ke-melo-an terpasang pada gigi 5,….

Dan otak bagian kiri mencoba pada tingkat maksimum memahami apa yang terjadi,..

Well,…sigh,…

 

 

 

 

 

7 comments

  1. memang suka timbul penyesalan klo sudah memilih untuk memutuskan tentang suatu perihal.

    tapi pilihan haruslah diambil, hidup dengannya pun harus dijalani.

    keyakinan bahwa membuat pilihan, menjalani pilihan adalah bagian dari takdir yang harus dijalani adalah suatu hal yang besar untuk membuat diri menjadi lebih baik. (bagian dari iman kan)

    menjalaninya dengan sabar mungkin sulit.

    sabar itu pahit, tapi buah dari kesabaran itu manis.


  2. Suka banget kalimat terakhir dari komentarnya :)
    kesabaran berbuah manis,…mantap :)

    Terima kasih komentarnya Kang Mahmuy – ngikut cara manggil Uti :)


  3. uti itu sabar, berarti uti juga manis. hehehehehehehehehehe.. :P


  4. Uti lagi bercanda kan? ;)


  5. haduuh –> kang mahmuy , <<— berasa sudah lebih tua setaun ,, heu..
    abdi mah anom keneh da :D


  6. justru saya lagi kamuflase, seolah-olah kan saya lebih muda :D
    padahal kan iyah, hehehe,…
    bukan begitu De Mahmuy? kaya gini juga teu enakeun :D

    selamat berkarya ah, merdeka!


  7. oooww gitu maksudnya..heu.!!

    heu… klo gitu mah MERDEKA juga ah!!!



Leave a Comment