h1

Tami bukan Amerigo Vespucci

June 9, 2012

Voilaaa,…

Tiba-tiba nama Amerigo Vespucci popped out from my mind outta nowhere,…

Bapak Amerigo Vespucci yang seorang pedagang, penjelajah, dan pembuat peta dari Italia, memegang peranan penting dalam penjelajahan pantai timur Amerika selatan, and he was the one to discover the American continent.*wikipedia

Well, I ain’t go anywhere,…

Masih berdomisili di Depok dan sementara masih bekerja buat persiapan resign -aamiiin- di bilangan *hadah* Sudirman…

But maybe I do similar thing like *Aki* Amerigo did, I travel a lot and discover many new stunning things,..

Where to start ya?

Maybe I started with a story that I moved job almost 8 months ago,…

I now work for HR Consultancy where Dian Sastro used to work *pamer pamer, nebeng ngetop, padahal ga ngaruh juga 😛

I moved out the job with expectation that I could have a better so called “work life balance”, while still be able to save money and gaining knowledge also experience, before *boomm* I resign and start my own successfull business *it’s a pray also for me, Aamiiin,..

Well I got that,…for at least the first 3 months,…

After that?

Life been a roller coaster life, up to now,…

The area where I’m in charged for has drastically growing, jadilah pada saat yang bersamaan, I need to adapt to the new environment , catching up the new skills required and maintain a luminary client that even been highlighted by regional people, yang kebetulan si luminary kliennya juga kelakuannya Masya Allah, dengan tingkat kerumitan organisasi yang naudzubillah,…Alhamdulillah saya dirawat di Hermina 2 hari,…kesimpulan? drop dead jangar,…

Things are even got more exciting ketika tiba-tiba head of the team resign *gledek gledek*, horeee kami bapakless,..

Di tengah perkembangan team yang lagi super duper pesat, jadilah komplikasi ini semakin seru, coz we are “directiveless”, meski ada orang regional yang acting temporer buat megang team Indonesia sambil nyari bapak atau Ibu baru,…

Keseruan ini ditambah dengan Adrin yang sakit beberapa hari -meski Alhamdulillah bukan sakit berat- dan pengajuan surat resign dari Mbak Fiah di rumah yang katanya mau jadi TKW,…horeeee, rameeee,…

Enough with the background ya,…

Enough to maybe imagine how this ravelment, keriweuhan, bikin saya yang masih dengan kemampuan dan kondisi mental se-alakadarnya ini, lumayan stress,…This is not -definitely- cerita “kehebohan” yang paling drama, tapi this is big for me,…

Impulsive resign plan sempat dilakukan, bluntly kirim CV dan interview dilaksanakan, meminta nasehat para sesepuh -terutama suami- juga gencar diberlakukan,…

Saya sadar -dan semakin sadar- banyak sekali hal yang saya perlu benahi dalam diri ini *mirip lirik lagu tahun 80an,..

Sebagai seseorang yang sangat pemikir, yang selalu berhati-hati dalam setiap langkah, yang selalu menakar dan mengukur setiap hal sampai detil sebelum dilakukan, kondisi dengan perubahan yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian ini do scare me – a lot,…

Saya mulai berpikir, apakah pilihan bekerja ini harus segera diakhiri setergesa ini? Jika saya berhenti apakah ini merupakan keputusan yang bijak? Apakah ini hanya pelarian dari masalah yang sedang dihadapi, yang kalo saya lari sekarang dari masalah ini, mungkin saya bisa lega buat sementara, tapi lalu hanya membuktikan “kepengecutan” saya ketika menghadapi masalah, dan attitude saya tidak menjadi lebih baik ketika saya dihadapkan pada tantangan hidup yang lain? Apakah semua keruwetan ini terjadi karena sikap saya yang tidak tepat dalam mengatur porsi dan memberikan hak untuk suami, anak, diri sendiri dan pekerjaan? Sayakah yang terlalu takut menerima tantangan baru? dan sejuta tanya untuk diri sendiri, plus kadang-kadang memarahi diri *astaghfirullah for this ya Allah* atas ketidakmampuan saya menghadapi semua ini

Ih pokonya jutaan tanya menghantui, kecemasan juga seringkali membuat banyak hal yang saya lalui tak ternikmati,…

Yang bikin lebih seru adalah, dengan kondisi yang sedang penuh tantangan ini, mulai saya tergerak untuk iri, melihat kondisi beberapa teman yang sepertinya hidupnya lebih mudah dari saya, dan setelah itu Alhamdulillah tambah nyesek,…

Ketika kecemasan menjadi, kekuatan saya benar-benar adalah menunggu waktu datangnya Shalat, hidup saya “tersambung” dari satu shalat ke shalat lainnya, dimana saya bisa berserah dan menyerahkan semua masalah dan ketidakmampuan saya,…

Di antara semua hal yang terjadi, saya berdialog dengan orang-orang terdekat, meminta pandangan dan nasehat mereka,..

Secara benang merah, masukan yang saya terima me”nyeret” saya untuk melakukan introspeksi diri dan berlari lebih dekat menuju-Nya,…

Sampai pada saat tulisan ini diturunkan *leebay leebay, banyak hal yang menantang masih dan sedang terjadi,…

Banyak buku juga yang “ngga sengaja” saya baca, in part where i’m trying to find the answer to my solution,… Saya seperti “dituntun” menuju sumber-sumber ilmu yang bisa membuat saya mendapatkan inspirasi menghadapi berbagai hal yang terjadi,…

Seperti ketika misalnya mengunjungi blog Acit, Acit menuliskan bahwa kadang kita lah yang tak mampu melihat jawaban atas doa-doa kita, bahwa sesungguhnya Allah sudah menjawab yang terbaik atas yang kita minta, tapi kita yang tak mampu memahami jawaban- Nya,…berusahalah kita untuk menjadi lebih baik dan akhirnya mengerti apa yang terbaik yang diinginkan-Nya untuk kita,…

Di tulisannya yang lain, Acit menulis bahwa kita tidak perlu khawatir atas apa yang akan terjadi di masa depan, karena nanti Allah -pasti- akan menjaga kita dengan cara yang berbeda,… *jleb

Tiba-tiba ingat ucapan seorang guru yang berujar “Tami mah sepertinya masalah itu jauh lebih besar dari Tami sendiri”, beliau lalu melanjutkan “Jadi apa arti dari Allahushamad”-nya Tami?, lalu “kalau umat Islam-nya galau terus kapan bisa produkitif?”, kali lain suami sempat berujar “Bunda mah kok takut gitu, kaya ngga ada Allah” …so it’s a quadruplee *jleb,…seandainya ada rumah sakit virtual, harusnya saya udah dirawat, karena hati saya terkena jleb berkali-kali *atulah

Seorang sahabat lalu me-refer buku “Life Sign” nya Andre Raditya, yang intisari nya adalah bahwa hidup kita ada yang menuntun, sudah diberikan banyak Life Sign dari Allah, kita “tinggal” berusaha mengerti dan mengikutinya, tanpa melupakan ikhtiar sebagai proses logis yang menyertai segala sesuatu,…

Setelah membaca buku ini, saya merasa lebih tenang, as in bahwa saya merasa “saya tidak sendiri”, akan ada selalu sang maha penunjuk jalan, dan saya yakinkan diri saya, bahwa apapun yang terjadi, meski hal itu tidak seindah yang diharapkan, adalah cara Allah untuk menyiapkan saya untuk sesuatu yang lebih besar, yang akan memerlukan saya yang lebih baik, saya yang lebih kuat, saya yang lebih arif, saya yang lebih paham, Insya Allah,…

Suami saya punya buku karangan Abu Sangkan “Pelatihan Shalat Khusyu” sejak kami belum menikah, dan ketika menikah 3 tahun lalu, diboyonglah koleksi buku masing-masing,…

Yang fenomenal adalah, saya yang “super rajin” ini, sama sekali tidak tertarik untuk membaca buku tersebut, terlalu berat, selalu saya katakan itu pada diri saya,…

Jadilah 3 tahun lebih, buku itu hanya melengkapi koleksi kami tanpa pernah saya sentuh,… sampai minggu lalu, ketika seorang teman berniat meminjam beberapa buku koleksi kami yang akhirnya tidak saya temukan, tiba-tiba saya tergerak dan tertarik untuk membawa dan membaca buku Pelatihan Shalat Khusyu ini,…

Saya membacanya, lalu terharu, tergugu dan menyadari tidaklah heran ketika zaman Rasulullah SAW dan beberapa ratus tahun setelahnya, umat Islam berada dalam zaman keemasan, i come to a conclusion, mungkin itu karena kualitas shalat yang mereka lakukan,…

Betapa dahsyatnya kekuatan shalat,…efek hydrotheraphy, efek akupuntur, efek meditasi dan mungkin masih banyak efek “tampak” yang Shalat miliki,…di luar “efek positif” shalat, saya merasakan keagungan Shalat, yang perintahnya Allah turunkan langsung pada Nabi Muhammad SAW…

Saya mulai memperbaiki shalat saya, saya mulai merasakan ketenangan yang berbeda *subhanallah,… Shalat saya masih jauh dari sempurna, tapi mungkin betapa buruknya kualitas shalat saya sebelumnya 😦 sehingga perubahan “kecil” ini begitu berdampak pada hati dan jiwa saya,…

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya” [QS. Al Baqarah 2: 45 -46]

Banyak hal yang berubah setelah “badai” kecil ini,…

Saya mulai berintrospeksi, menata hati, menata diri, questioning apa yang sudah dan sedang saya jalani sebagai proses evaluasi. Banyak sekali hal yang harus saya tata ulang dalam hati dan diri ini,… some has started to change and for some others, I’m still trying to find the answers,…

Lewat kejadian ini, sepertinya Allah sedang mengajak saya belajar, saya diajarinya untuk hidup lebih baik, menyayangi diri lebih baik  dan bagaimana saya bisa mendekat pada-Nya dengan lebih baik *aamiiin

Saya juga menemukan banyak perspektif baru dalam memandang banyak hal, yang Insya Alah menjadi lebih baik, I’m currently on a big project now:) I’m redefining me,…

Tuntun aku ya Allah, selalu, aamiiin

Advertisements

2 comments

  1. horeehh posting baruuh!
    oh ini si sakadang dongeng teh :D, hzzz jadi teringatkan juga betapa dudulnya gue XD, nuhuun atas tulisannyah
    huug muah muah, cemungudh eaaa :*

    semoga Allah makin sayang teteh


    • ahaha, kamuuu,…
      kangen sumpreto,…
      sedang menguatkan diri, memilah budget antar kusen dan calon Tablet T T c u on skypih soon, aamiiin

      many more to discuss with u -and to be implemented ya, sudah terlalu lama GUE terpaku dalam berbagai teori minim aksi- ,….*sob

      Allah sayang kamu juga, Insya Allah kita dikuatkan dan diteguhkan untuk pilihan yang sudah kita ambil, yang Insya Allah terbaik untuk kita -dan semoga bukan hanya untuk kitah,…

      Allah sayang kita, merdeka!



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: