h1

Timbangan Badan Dian Sastro ;)

June 15, 2012

Di salah satu pojok kantor, di belakang mejanya Bita, ada timbangan badan digital yang bentuknya bulat dan warnanya putih bening.

Orang-orang sering menimbang badannya disitu, termasuk aku. Konon, yang membeli timbangan badan ini adalah Dian Sastro, waktu dia masih bekerja full time. Setelah melahirkan, Dian Sastro bekerja as part timer by project. Hiks, dan sekarang dia sudah kurus lagi*sesenggukan di pojok, sirik :p

Berdasarkan posisi jarum timbangan, ada yang bersejarah terjadi dalam 2 hari ini, that I’m in my lowest body weight dalam 3 tahun ini *joget.

Masih seputar timbangan, sedang terjadi trend yang menarik di kantor, teman-temanku, yang perempuan, sedang disibukkan dengan program pengurusan badan alias diet. Diawali dari referensi seorang teman yang turun 30 kg setelah melahirkan, word of mouth surely works!

Hampir 10 orang mengikuti program dr. G ini. Kliniknya kebetulan berlokasi dekat, only take 5 minutes walking from the office. Program sekitar 2 juta-an ini, setahuku menggunakan sistem suntik dan menjaga food intake untuk para pesertanya. Jadilah ada yang sudah turun 15 kg dalam 3 bulan, ada yang turun 5-6 kg dalam 1 bulan, in simple mereka berhasil menurunkan berat badannya, and they get very excited about it.

Masih tentang diet, aku pernah membeli buku Hypnolangsing-nya Juli Triharto ketika berat badanku melesat naik semasa pemberian ASI untuk Adrin. Tried to fix my figure, ada beberapa core rules on the method. Juli Triharto menyebutnya 5 magic rules, kurang lebih isinya adalah   Makanlah ketika lapar, Makan apa pun yang di-inginkan yang menyebabkan kita tidak “kalap” dan malah jadi berlebihan makan ketika menemukan makanan yang kita hindari untuk dimakan, Makan secara sadar, Ketika mencapai netral berhentilah makan, dan meningkatkan aktivitas tubuh.

Connecting the dots, melihat trend pelangsingan tubuh yang ada di kantor, flashing back to the book Hypnolangsing I read. Bikin aku tambah cinta sama Islam. Ihihihi, Jaka Sembung kah? you tell me,…^_*

The thing is, melihat fenomena *yaks* diet yang ada, dan melihat beberapa metode pelangsingan tubuh, aku jadi teringat pola makan rasul. Belum pernah liat hadits-nya langsung si *rajin ngaji, tepok jidat*, tapi yang aku tau, rasul menganjurkan kita untuk makan ketika lapar *nailed it* dan berhenti sebelum kenyang *sama yaa,….*

Pernah mendengar rekaman ceramah Salim A. Fillah di 4shared yang di-refer Uti. Di salah satu penjelasannya, Salim A. Fillah menjelaskan bagaimana rasul makan. Agak lupa si persisnya, tapi ada posisi kaki yang ditentukan, sehingga bisa menahan kita untuk makan secara berlebihan.

Pernah baca juga di satu buku yang entah buku yang mana, di buku itu disebutkan bahwa rasul pernah bersabda “cukuplah umatku makan untuk menegakkan tulang ekornya”, yang menurutku bisa diartikan sebagai menjaga pola makan.

Inline sekali yaa, pola perdietan itu dengan bagaimana seharusnya pola makan dilakukan dalam Islam.

Indah sekali yaa, bagaimana Islam sudah mengatur banyak kebaikan bahkan untuk hal se-‘remeh’ makan.

Ah, tambah jatuh cinta saya sama Islam, semoga saya bisa semakin memahaminya dan menjadi jalan untuk membuat orang lain juga paham, aamiiin. Selamat datang langsing 😉

Advertisements

One comment

  1. You post interesting content here. Your blog deserves
    much more visitors. It can go viral if you give it initial boost, i know useful service that can help you, simply type in google: svetsern traffic tips



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: