h1

Titik titik

October 10, 2012

Sudah beberapa waktu, Adrin gatal-gatal seluruh tubuhnya.

Setiap kali berkeringat, menggaruk-garuklah tangan mungilnya, entah ke kepala, muka, kaki, dimanapun gatal itu berada akan dikejarnya. Pernah kami ke dokter, dan menurut dokter, itu adalah gejala alergi dan tidak ada obatnya. Yang bisa dilakukan adalah menghindari penyebab alerginya sambil menunggu seiring pertumbuhan imunitasnya semakin kuat. Dokter bilang Adrin alergi debu. Akhir pekan kemarin kami mengunjungi dokter yang lain, dokter bilang Adrin alergi beberapa macam makanan dan minuman. We’re working on it, untuk bisa menghilangkan alergi Adrin.

Malam kemarin, baru saja saya tiba dari kantor dan sedang bebenah merapikan diri, Adrin tiba-tiba berkata, “Bunda, nanti Allah angkat gatel-gatelnya ya”,…saya tidak siap dengan lontaran ucapan setulus itu dan hanya bisa berkata “Iya pinter”,…

Tak lama kemudian, Adrin menyusulkan kalimat ajaibnya yang lain “Allah sayang Adrin ya Bunda”, saya masih belum siap dan terselip sedikit haru mendengar ucapannya kembali menjawab “Iya sayang”,…

Punch line pamungkas Adrin dengan wajahnya yang semakin gembira, mungkin karena mendengar bahwa Allah menyayanginya adalah “Adrin juga sayang Allah” dengan senyum lebarnya.

Saya hanya bisa memeluknya dan membisikkan kalimat “Alhamdulillah, bunda dan Ayah sayang Adrin”.

Nikmat mana lagi yang kamu dustakan Tami?

 

 

h1

Tycoon

June 17, 2012

Saya seding sedih,…

Salah satu orang yang saya sayangi, sedang menghadapi fase yang sulit dalam hidupnya. Fase cukup berat, yang hanya dengan pertolongan Allah saya pernah bisa melaluinya. Sejauh ini, hanya berbagai saran yang bisa saya berikan saja selain doa. Semoga Allah memudahkanmu sayang. Allah sedang menyiapkanmu menjadi seseorang yang lebih baik. Allah sedang menempatkanmu dalam proses kepompong menjadi kupu-kupu. Setelah ini, kamu akan menjadi kupu-kupu yang kuat dan cantik, menambah kecantikan yang sudah kamu miliki dari dulu. Allahumma Aamiiin.

Menulis tentang kesulitan, saya tiba-tiba teringat pengalaman saya beberapa tahun lalu. Saya masih di kantor saya yang sebelumnya. Biasanya rute yang saya ambil dari rumah adalah menaiki kereta api Depok – Tanah Abang, lalu turun di stasiun sudirman, disambung dengan 5 menit perjalanan dengan metro mini, sampailah saya di kantor. Hari itu, saya lupa kenapa, saya tidak biasanya turun di stasiun Tebet, yang lalu dilanjutkan menaiki mikrolet melewati sepanjang jalan Casablanca, jalan sedikit dari tempat turun mikrolet, saya akan juga sampai di kantor.

Saya kebetulan duduk di depan pintu mikrolet, sehingga bisa melihat dengan jelas kondisi di sekitar. Ketika mendekati daerah Sampoerna Strategic Square, dari dalam mikrolet saya melihat ada seorang laki-laki menarik gerobak butut rongsokan. Hal yang amat biasa, kecuali bahwa terdapat kontras yang memilukan antara megahnya keadaan sekitar daerah perkantoran dibandingkan dengan aroma kumuh yang dibawa gerobak dan penarik gerobaknya. Pemandangan berubah menarik, ketika saya menyadari bahwa penarik gerobak tersebut melilitkan kain, atau sinjang dalam bahasa Sunda, untuk menggendong seorang anak yang sedang tertidur pulas dalam gendongannya. Oh bukan, penarik gerobak tersebut bukan seorang bapak ternyata, penarik gerobak perkasa tersebut adalah ternyata seorang wanita. Topi laki-laki dan hitam kulit, menyembunyikan ke-perempuanan-nan-nya. Pemandangan semakin menarik dan juga menarik air mata saya, melihat bagaimana ibu tersebut, sekuat tenaga menarik gerobak dengan menggendong anak, tergambar dari urat-urat wajahnya yang menegang, di tengah teriknya matahari Jakarta dengan jalan yang menanjak. Saya seperti tersedot keluar, dan yang saya sadari berikutnya, saya telah turun dari mikrolet meski saya belum sampai tujuan.

Mikrolet yang saya tumpangi -tentu saja- lebih cepat dan telah melewati ibu penarik gerobak tersebut beberapa puluh meter di depannya. Ketika saya berada dalam jarak pandang yang dekat, masih terlihat jelas, urat-urat muka yang menegang, karena berusaha sekuat tenaga menarik beban yang ada. Saya masih jadi ibu baru saat itu, Adrin kalo tidak salah usianya baru beberapa bulan. Saya yang biasanya menggendong Adrin memakai kain hanya sambil membawa piring untuk menyuapi atau seringnya memang hanya fokus menggendong Adrin, sering mengalami sakit bahu karena memang pegal. Can’t imagine seperti apa rasanya then, menggendong anak dengan cara seperti yang harus ibu itu lalui.

Turun dari mikrolet, tanpa saya bisa tahan saya sudah menangis sedih. Iya, saya memang melo,😀, mudah tersentuh dengan kesedihan yang ada di sekitar saya. Sambil mengusap air mata dan menyembunyikan tangis, saya mencoba mencari uang di dompet saya. Sayangnya tak banyak uang yang saya bawa di dompet hari itu, dan tidak ada ATM di sekitar tempat itu. Akhirnya saya dekati saja Ibu itu yang ternyata sedang sesaat berhenti melepas lelah. Saya mencoba berbicara dengan Ibu tersebut. Ternyata Ibu dan anak tersebut akan menuju tanah abang untuk mencari barang rongsokan yang akan dijual kembali, dan akan kembali ke tempatnya di sekitar Kampung Melayu, jarak yang sangat jauh ditempuh dengan berjalan, bolak balik, setiap hari😦

Ketika saya melanjutkan bertanya, Ibu yang berasal dari Indramayu itu suaminya sudah meninggal, dan dia tidak memiliki kesempatan untuk bekerja di kampungnya, itulah mengapa sebabnya ibu itu tetap bertahan di Jakarta. Pertanyaan terakhir yang masih saya ingat adalah, “Bu, kok anaknya ngga ditidurin aja di gerobak? kan gerobaknya masih kosong?Ibu juga ngga terlalu cape dan susah narik gerobak jadinya?”, saat itu ibu tersebut memang menuju ke arah pergi mencari barang rongsokan sehingga gerobaknya masih kosong. Lalu ibu itu menjawab “kasihan anak saya Mba, di gerobak kan kotor, bau, saya khawatir anak saya nanti kenapa-kenapa”. Saya ingin menangis lebih lagi ketika mendengarnya😦 Ibu itu tidak terlihat lagi kumuh untuk saya, cintanya yang begitu besar untuk anaknya, membuatnya berkilau di mata saya. Jika saya ada di posisi ibu itu, belum tentu saya bisa kuat menggendong anak sejauh itu. Saya mungkin bisa saja, membersihkan gerobak semampunya dan lalu meletakkan anak di gerobak. Kekuatan cinta seorang ibu yang luar biasa.

Hari itu saya mendapat banyak pelajaran. Saya minta maaf pada atasan karena sampai sedikit telat ke kantor. Saya ceritakan apa yang saya alami mengapa saya terlambat sampai di kantor. Siangnya, saya juga mengirim bbm pada teman saya Lily, menceritakan apa yang saya alami dengan tambahan kata “kita harus kaya Ly, terlalu banyak orang miskin yang harus ditolong”.

Saya masih memiliki cita-cita itu sampai sekarang. Saya sedang juga memperjuangkannya, meski mungkin belum banyak hasil yang saya hasilkan, minimal saya mencoba untuk tidak membuat diri saya menjadi beban untuk orang lain. Tentu saja tidak harus menunggu menjadi kaya untuk bisa menolong orang, yang kaya pun mungkin memiliki arti yang relatif. Saya hanya membayangkan, jika saya kaya secara harta – yang tentu saja juga, kekayaan jiwa saya seharusnya lebih banyak dari kaya materi- saya akan bisa menolong lebih banyak orang.

Saya berandai-andai, seandainya saya bisa memberikan modal yang cukup untuk ibu itu memulai usaha. Mungkin ibu itu bisa memberikan penghidupan yang lebih layak untuk anaknya. Anak itu akan memiliki masa kecil yang sehat. “penuh” dan menjadi orang dewasa yang “penuh” juga kelak. Anak itu bisa menjadi orang dewasa yang bahagia dan berguna untuk orang lain.

Semoga saya dimampukan untuk menolong orang yang membutuhkan, semoga saya bisa berguna untuk membuat hidup sebanyak mungkin orang lebih baik, Insya Allah, aamiiiin.

Buat kamu:

Teteh sayang kamu, banyak banget. There’s nothing more I can do for you now, but praying, love. I’d do my best untuk bisa membantu orang lain, sehingga semoga Allah berkenan menjawab doa Teteh. Jika saat itu tiba, Teteh akan berdoa, meminta dengan sangat agar Allah meringankan, menguatkan dan memberikan jalan untukmu. Insya Allah saat itu akan segera tiba. Semangat terus ya. Peluk dari sini. La Tahzan, Innallaha Ma’ana.

h1

Timbangan Badan Dian Sastro ;)

June 15, 2012

Di salah satu pojok kantor, di belakang mejanya Bita, ada timbangan badan digital yang bentuknya bulat dan warnanya putih bening.

Orang-orang sering menimbang badannya disitu, termasuk aku. Konon, yang membeli timbangan badan ini adalah Dian Sastro, waktu dia masih bekerja full time. Setelah melahirkan, Dian Sastro bekerja as part timer by project. Hiks, dan sekarang dia sudah kurus lagi*sesenggukan di pojok, sirik :p

Berdasarkan posisi jarum timbangan, ada yang bersejarah terjadi dalam 2 hari ini, that I’m in my lowest body weight dalam 3 tahun ini *joget.

Masih seputar timbangan, sedang terjadi trend yang menarik di kantor, teman-temanku, yang perempuan, sedang disibukkan dengan program pengurusan badan alias diet. Diawali dari referensi seorang teman yang turun 30 kg setelah melahirkan, word of mouth surely works!

Hampir 10 orang mengikuti program dr. G ini. Kliniknya kebetulan berlokasi dekat, only take 5 minutes walking from the office. Program sekitar 2 juta-an ini, setahuku menggunakan sistem suntik dan menjaga food intake untuk para pesertanya. Jadilah ada yang sudah turun 15 kg dalam 3 bulan, ada yang turun 5-6 kg dalam 1 bulan, in simple mereka berhasil menurunkan berat badannya, and they get very excited about it.

Masih tentang diet, aku pernah membeli buku Hypnolangsing-nya Juli Triharto ketika berat badanku melesat naik semasa pemberian ASI untuk Adrin. Tried to fix my figure, ada beberapa core rules on the method. Juli Triharto menyebutnya 5 magic rules, kurang lebih isinya adalah   Makanlah ketika lapar, Makan apa pun yang di-inginkan yang menyebabkan kita tidak “kalap” dan malah jadi berlebihan makan ketika menemukan makanan yang kita hindari untuk dimakan, Makan secara sadar, Ketika mencapai netral berhentilah makan, dan meningkatkan aktivitas tubuh.

Connecting the dots, melihat trend pelangsingan tubuh yang ada di kantor, flashing back to the book Hypnolangsing I read. Bikin aku tambah cinta sama Islam. Ihihihi, Jaka Sembung kah? you tell me,…^_*

The thing is, melihat fenomena *yaks* diet yang ada, dan melihat beberapa metode pelangsingan tubuh, aku jadi teringat pola makan rasul. Belum pernah liat hadits-nya langsung si *rajin ngaji, tepok jidat*, tapi yang aku tau, rasul menganjurkan kita untuk makan ketika lapar *nailed it* dan berhenti sebelum kenyang *sama yaa,….*

Pernah mendengar rekaman ceramah Salim A. Fillah di 4shared yang di-refer Uti. Di salah satu penjelasannya, Salim A. Fillah menjelaskan bagaimana rasul makan. Agak lupa si persisnya, tapi ada posisi kaki yang ditentukan, sehingga bisa menahan kita untuk makan secara berlebihan.

Pernah baca juga di satu buku yang entah buku yang mana, di buku itu disebutkan bahwa rasul pernah bersabda “cukuplah umatku makan untuk menegakkan tulang ekornya”, yang menurutku bisa diartikan sebagai menjaga pola makan.

Inline sekali yaa, pola perdietan itu dengan bagaimana seharusnya pola makan dilakukan dalam Islam.

Indah sekali yaa, bagaimana Islam sudah mengatur banyak kebaikan bahkan untuk hal se-‘remeh’ makan.

Ah, tambah jatuh cinta saya sama Islam, semoga saya bisa semakin memahaminya dan menjadi jalan untuk membuat orang lain juga paham, aamiiin. Selamat datang langsing😉

h1

Tami bukan Amerigo Vespucci

June 9, 2012

Voilaaa,…

Tiba-tiba nama Amerigo Vespucci popped out from my mind outta nowhere,…

Bapak Amerigo Vespucci yang seorang pedagang, penjelajah, dan pembuat peta dari Italia, memegang peranan penting dalam penjelajahan pantai timur Amerika selatan, and he was the one to discover the American continent.*wikipedia

Well, I ain’t go anywhere,…

Masih berdomisili di Depok dan sementara masih bekerja buat persiapan resign -aamiiin- di bilangan *hadah* Sudirman…

But maybe I do similar thing like *Aki* Amerigo did, I travel a lot and discover many new stunning things,..

Where to start ya?

Maybe I started with a story that I moved job almost 8 months ago,…

I now work for HR Consultancy where Dian Sastro used to work *pamer pamer, nebeng ngetop, padahal ga ngaruh juga😛

I moved out the job with expectation that I could have a better so called “work life balance”, while still be able to save money and gaining knowledge also experience, before *boomm* I resign and start my own successfull business *it’s a pray also for me, Aamiiin,..

Well I got that,…for at least the first 3 months,…

After that?

Life been a roller coaster life, up to now,…

The area where I’m in charged for has drastically growing, jadilah pada saat yang bersamaan, I need to adapt to the new environment , catching up the new skills required and maintain a luminary client that even been highlighted by regional people, yang kebetulan si luminary kliennya juga kelakuannya Masya Allah, dengan tingkat kerumitan organisasi yang naudzubillah,…Alhamdulillah saya dirawat di Hermina 2 hari,…kesimpulan? drop dead jangar,…

Things are even got more exciting ketika tiba-tiba head of the team resign *gledek gledek*, horeee kami bapakless,..

Di tengah perkembangan team yang lagi super duper pesat, jadilah komplikasi ini semakin seru, coz we are “directiveless”, meski ada orang regional yang acting temporer buat megang team Indonesia sambil nyari bapak atau Ibu baru,…

Keseruan ini ditambah dengan Adrin yang sakit beberapa hari -meski Alhamdulillah bukan sakit berat- dan pengajuan surat resign dari Mbak Fiah di rumah yang katanya mau jadi TKW,…horeeee, rameeee,…

Enough with the background ya,…

Enough to maybe imagine how this ravelment, keriweuhan, bikin saya yang masih dengan kemampuan dan kondisi mental se-alakadarnya ini, lumayan stress,…This is not -definitely- cerita “kehebohan” yang paling drama, tapi this is big for me,…

Impulsive resign plan sempat dilakukan, bluntly kirim CV dan interview dilaksanakan, meminta nasehat para sesepuh -terutama suami- juga gencar diberlakukan,…

Saya sadar -dan semakin sadar- banyak sekali hal yang saya perlu benahi dalam diri ini *mirip lirik lagu tahun 80an,..

Sebagai seseorang yang sangat pemikir, yang selalu berhati-hati dalam setiap langkah, yang selalu menakar dan mengukur setiap hal sampai detil sebelum dilakukan, kondisi dengan perubahan yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian ini do scare me – a lot,…

Saya mulai berpikir, apakah pilihan bekerja ini harus segera diakhiri setergesa ini? Jika saya berhenti apakah ini merupakan keputusan yang bijak? Apakah ini hanya pelarian dari masalah yang sedang dihadapi, yang kalo saya lari sekarang dari masalah ini, mungkin saya bisa lega buat sementara, tapi lalu hanya membuktikan “kepengecutan” saya ketika menghadapi masalah, dan attitude saya tidak menjadi lebih baik ketika saya dihadapkan pada tantangan hidup yang lain? Apakah semua keruwetan ini terjadi karena sikap saya yang tidak tepat dalam mengatur porsi dan memberikan hak untuk suami, anak, diri sendiri dan pekerjaan? Sayakah yang terlalu takut menerima tantangan baru? dan sejuta tanya untuk diri sendiri, plus kadang-kadang memarahi diri *astaghfirullah for this ya Allah* atas ketidakmampuan saya menghadapi semua ini

Ih pokonya jutaan tanya menghantui, kecemasan juga seringkali membuat banyak hal yang saya lalui tak ternikmati,…

Yang bikin lebih seru adalah, dengan kondisi yang sedang penuh tantangan ini, mulai saya tergerak untuk iri, melihat kondisi beberapa teman yang sepertinya hidupnya lebih mudah dari saya, dan setelah itu Alhamdulillah tambah nyesek,…

Ketika kecemasan menjadi, kekuatan saya benar-benar adalah menunggu waktu datangnya Shalat, hidup saya “tersambung” dari satu shalat ke shalat lainnya, dimana saya bisa berserah dan menyerahkan semua masalah dan ketidakmampuan saya,…

Di antara semua hal yang terjadi, saya berdialog dengan orang-orang terdekat, meminta pandangan dan nasehat mereka,..

Secara benang merah, masukan yang saya terima me”nyeret” saya untuk melakukan introspeksi diri dan berlari lebih dekat menuju-Nya,…

Sampai pada saat tulisan ini diturunkan *leebay leebay, banyak hal yang menantang masih dan sedang terjadi,…

Banyak buku juga yang “ngga sengaja” saya baca, in part where i’m trying to find the answer to my solution,… Saya seperti “dituntun” menuju sumber-sumber ilmu yang bisa membuat saya mendapatkan inspirasi menghadapi berbagai hal yang terjadi,…

Seperti ketika misalnya mengunjungi blog Acit, Acit menuliskan bahwa kadang kita lah yang tak mampu melihat jawaban atas doa-doa kita, bahwa sesungguhnya Allah sudah menjawab yang terbaik atas yang kita minta, tapi kita yang tak mampu memahami jawaban- Nya,…berusahalah kita untuk menjadi lebih baik dan akhirnya mengerti apa yang terbaik yang diinginkan-Nya untuk kita,…

Di tulisannya yang lain, Acit menulis bahwa kita tidak perlu khawatir atas apa yang akan terjadi di masa depan, karena nanti Allah -pasti- akan menjaga kita dengan cara yang berbeda,… *jleb

Tiba-tiba ingat ucapan seorang guru yang berujar “Tami mah sepertinya masalah itu jauh lebih besar dari Tami sendiri”, beliau lalu melanjutkan “Jadi apa arti dari Allahushamad”-nya Tami?, lalu “kalau umat Islam-nya galau terus kapan bisa produkitif?”, kali lain suami sempat berujar “Bunda mah kok takut gitu, kaya ngga ada Allah” …so it’s a quadruplee *jleb,…seandainya ada rumah sakit virtual, harusnya saya udah dirawat, karena hati saya terkena jleb berkali-kali *atulah

Seorang sahabat lalu me-refer buku “Life Sign” nya Andre Raditya, yang intisari nya adalah bahwa hidup kita ada yang menuntun, sudah diberikan banyak Life Sign dari Allah, kita “tinggal” berusaha mengerti dan mengikutinya, tanpa melupakan ikhtiar sebagai proses logis yang menyertai segala sesuatu,…

Setelah membaca buku ini, saya merasa lebih tenang, as in bahwa saya merasa “saya tidak sendiri”, akan ada selalu sang maha penunjuk jalan, dan saya yakinkan diri saya, bahwa apapun yang terjadi, meski hal itu tidak seindah yang diharapkan, adalah cara Allah untuk menyiapkan saya untuk sesuatu yang lebih besar, yang akan memerlukan saya yang lebih baik, saya yang lebih kuat, saya yang lebih arif, saya yang lebih paham, Insya Allah,…

Suami saya punya buku karangan Abu Sangkan “Pelatihan Shalat Khusyu” sejak kami belum menikah, dan ketika menikah 3 tahun lalu, diboyonglah koleksi buku masing-masing,…

Yang fenomenal adalah, saya yang “super rajin” ini, sama sekali tidak tertarik untuk membaca buku tersebut, terlalu berat, selalu saya katakan itu pada diri saya,…

Jadilah 3 tahun lebih, buku itu hanya melengkapi koleksi kami tanpa pernah saya sentuh,… sampai minggu lalu, ketika seorang teman berniat meminjam beberapa buku koleksi kami yang akhirnya tidak saya temukan, tiba-tiba saya tergerak dan tertarik untuk membawa dan membaca buku Pelatihan Shalat Khusyu ini,…

Saya membacanya, lalu terharu, tergugu dan menyadari tidaklah heran ketika zaman Rasulullah SAW dan beberapa ratus tahun setelahnya, umat Islam berada dalam zaman keemasan, i come to a conclusion, mungkin itu karena kualitas shalat yang mereka lakukan,…

Betapa dahsyatnya kekuatan shalat,…efek hydrotheraphy, efek akupuntur, efek meditasi dan mungkin masih banyak efek “tampak” yang Shalat miliki,…di luar “efek positif” shalat, saya merasakan keagungan Shalat, yang perintahnya Allah turunkan langsung pada Nabi Muhammad SAW…

Saya mulai memperbaiki shalat saya, saya mulai merasakan ketenangan yang berbeda *subhanallah,… Shalat saya masih jauh dari sempurna, tapi mungkin betapa buruknya kualitas shalat saya sebelumnya😦 sehingga perubahan “kecil” ini begitu berdampak pada hati dan jiwa saya,…

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya” [QS. Al Baqarah 2: 45 -46]

Banyak hal yang berubah setelah “badai” kecil ini,…

Saya mulai berintrospeksi, menata hati, menata diri, questioning apa yang sudah dan sedang saya jalani sebagai proses evaluasi. Banyak sekali hal yang harus saya tata ulang dalam hati dan diri ini,… some has started to change and for some others, I’m still trying to find the answers,…

Lewat kejadian ini, sepertinya Allah sedang mengajak saya belajar, saya diajarinya untuk hidup lebih baik, menyayangi diri lebih baik  dan bagaimana saya bisa mendekat pada-Nya dengan lebih baik *aamiiin

Saya juga menemukan banyak perspektif baru dalam memandang banyak hal, yang Insya Alah menjadi lebih baik, I’m currently on a big project now:) I’m redefining me,…

Tuntun aku ya Allah, selalu, aamiiin

h1

Anti Galau

June 8, 2012

1 kata : macet

udah lamaaa banget ngga nulis,…

kangen bisa “nyampah” dan belajar ngambil sari pati dari sesuatu hal atau kejadian lewat tulisan…

“sirik” liat blog-nya Uti yang light tapi berjiwa, ngintip tulisan Acit yang dalam dan berbobot, tulisannya tiffa yang apa adanya,…

rasa-rasa lagi “on” nih,…

otak kanan lagi ngembang dan penuh banyak ide buat nuangin banyak hal,…

tetapih otak kiri saya yang biasa nuntut perfection, systematical approach dan terstruktur, request my writing to select popular yet un-cheesy language style, tapi light dan sarat makna,…

ebuset dah, lengkaplah sudah cara saya mempersulit diri,hehe

mau curhat aja ribet yak,…

self complicating is one of my expertise *tepokjidat

sumpretoo, ini banyak banget yang pengen ditulis dan semua tampak sangat seru buat dibahas satu-satu, dikuliti sampe dapet intinya apa,…

yang in the same time ini cerita hidup seperti mozaik yang indah *hadah, as every “scene” has it’s own beauty and led me to a new discovery in such a wonderful way, a discovery on how i see myself and how i know my Allah,… indah sekali,…seru banget kalo diceritain dan dirangkai jadi satu,…

baiklah, this is just a warming up for my ‘sleeping’ writing brain,…

i’d surely start to re-activate the right hemisphere of mine

baiklah, tulisan pertama penghilang galau selsay

*ending ga nendang, ya maklum yah namanya juga lagi galau😀

h1

Watching Linkin Park concert, live in US!

March 17, 2011

Watching Linkin Park concert, live in US!

 

Berawal dari ketika beli tas laptop online November 2010 kemarin. Perkenalan saya dengan Pa Heru, pemilik toko online tersebut, membawa saya “terjebur” di komunitas Tangan Di Atas. Energi positif dan sinerginya, bikin saya jatuh cinta beraaat sama komunitas ini. Tagline-nya ”Sukses Mulia” inline banget sama cita-cita gw yang fully convinced kalo semua orang, minimal gw, BISA BANGET sukses pake cara bener.

*ini nulis pake aku, pake saya, pake gw, biareeen, hehehe

Going further, sesama pere –perempuan- di komunitas ini, yang pada pake Blackberry, bikin Blackberry group ”Super Emak Rempong”. Ngga usah diomongin lagi, gimana positifnya grup ini. Ngomongin tips-tips bisnis si udah aja ya, menu harian. Tapi ga cuma itu, tips masak, menjaga kesehatan anak dan keluarga [kerana mostly anggotanya memang udah emak-emak yang udah berkeluarga], tentang ASI eksklusif, gosip [katanya positif😛 ], dan tentu saja informasi diskonan.

Lately, kita ngadain English Day setiap hari Rabu. Awalnya karena salah satu dari kita ketemu angel investor, yang pembicaranya adalah om bule, dan pada pusing😀

Jadilah kita menyiapkan diri buat go international [aamin], dengan enabling ourselve to speak english fluently.

Yang seru banget, hari Rabu kemaren, topic English day kita adalah “Our dream in the next 10/20 years”. Di antara semua yang berbagi, semua mimpinya bikin saya terharu. Selain punya mimpi yang besar untuk mencapai banyak hal positif ke depan, kita semua punya mimpi yang sama dengan cara yang berbeda-beda untuk juga “membesarkan” orang lain. How touching !! Aamiin para super emak, semoga para malaikat mengaminkan dan Allah mengabulkan.

And i’m about to write my dreams in the next 10/20 years ahead now. Referring to the literature I read, that the brain will strengthen what we write. Remembering the tweet that Ranggaumara wrote the other day, he wrote “Dream like a kid, believe it fully & wholeheartedly”, like it aaaaaa lllllottttt.

 

Sooo, here are my dreams in the next 10/20 years ahead è

–           Should have been going to Hajj with my Husband

–           Having more kids

–           Total time for entrepreneurship

–           Having a brand lines on my name

–           Be a nationally & internationally well known entrepreneur [virgin group like], and exporting my products to many countries.

–           Having such school that enables kids grow to their utmost, AL Falah like, or even better.

–           Having social foundation on my name for charity & scholarship, so that at least my big family can support themselves and be

independent economically

–           Having outdoor provider for extreme sport, such as paragliding, river riding and stuff

–           Watching Linkin Park concert live in US, hope that I won’t be that old by that time😛

 

Aamiin

 

Seeing what I have achieved now, dazzled me that this is exactly what I dreamt about years ago.

So im daring myself to dream big now!

 

Some people say that if u have a small dream, once you achieve it, than it’s achieved with just standard result. Like when you dream that you are able to climb a tree, once you are able to reach it, u’d just be as tall as the tree grows. But if dream to reach the moon, sky high is the level u’d be able to achieve when fail to achieve the moon.

Set your dream as high as you can, and keep your feet strongly on the ground.

Bismillahirrahmaanirrahiim.

I luv u Allah,…

Linkin Park, wait for meee🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

h1

Aku padamuuuu,….

August 18, 2010

IIIhhhh,..

Kangen deh nulis,..

Curhat curhat ga penting, nyampah demi penyucian jiwa [halah]…

Some things kept me from writing, sok sibuk gitu deeh,…

Everything is about Adrin, Adrin and Adrin,…

Kalo punya luxury time buat diem sejenak, i prefer to get some ‘me time’ and sleep, hehehe, ngedul dot com kali ya judulnya kalo gitu😀

Anywae, this is me now,…

Punching the keyboard, merangkai huruf , menjalin kata, membuat cerita,…lebay, lebay, hehe

Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.